LIBRISTO
LIBROAMANTO
obowiązkowe
Zostań członkiem wspólnoty miłośników książek z całego świata i zyskaj mnóstwo korzyści. Załóż konto bezpłatnie
0
Darmowa dostawa z usługą Inpost oraz Orlen od 299.00 zł
DPD Kurier 14.99 zł Poczta Polska 20.99 zł Paczkomat 15.99 zł InPost Kurier 14.99 zł

Darmowa dostawa dla zamówień powyżej 299,00 zł.
Język IndonezyjskiIndonezyjski
Książka Miękka
Książka Lembah Angsa Bredevoort van den Berg
Kod Libristo: 52903617
Wydawnictwo Bredevoort van den Berg, maj 2026
LEMBAH ANGSA - CERITA HOROR DALAM BAHASA INDONESIA - BREDEVOORT VAN DEN BERGDi jantung rimba liar Ni... Cały opis
? points 15 b
Gwarancja
najlepszej
ceny
▸
27.57 zł
Dostępna u dostawcy Wysyłamy za 9-13 dni

Nawet do 30 dni na zwrot


Klienci kupili także


TOP
260 Drum Machine Patterns Rene-Pierre Bardet / Książka Książka
common.buy 71.16 zł
Karl Marx Paul Thomas / Książka Miękka
common.buy 120.43 zł
Hape Stehauf-Pinguin / Gra/Zabawka Zabawka
common.buy 62.24 zł
Three Days and A Gallon of Rose Dianne Zimmermann / Książka Miękka
common.buy 65.99 zł
SIMULACRE II CHANT GEORGES APERGHIS Książka binding.
common.buy 70.04 zł
Don quijote de la mancha tomo I BRICEÑO Książka Książka
common.buy 64.37 zł
We Were Always Meant To Be Lindsey Spangler / Książka Twarda
common.buy 85.25 zł
Pluto 6 Tezuka Osamu / Książka Miękka
common.buy 37.70 zł
YOU Lead You Trevor Stockwell / Książka Miękka
common.buy 82.92 zł

LEMBAH ANGSA - CERITA HOROR DALAM BAHASA INDONESIA - BREDEVOORT VAN DEN BERG

Di jantung rimba liar Nieuw-Nederland, tempat peradaban Eropa baru saja menjejakkan kaki, mengendap sebuah rahasia yang jauh lebih tua dan lebih sabar daripada pohon-pohon pinus yang menjulang. "Lembah Angsa" mengisahkan pos koloni Belanda terpencil di Moederkil yang lenyap tanpa suara, hanya meninggalkan arang hitam, deretan tulang-belulang yang bersih tersayat, dan sekeping koin Romawi kuno yang dingin menyala di tangan. Ketika para penyintas dan pendatang baru mencoba membangun kembali benteng di atas tanah yang menolak dilupakan, mereka segera sadar bahwa ancaman sesungguhnya bukan datang dari suku-suku yang mengintai dari balik kabut, melainkan dari kekuatan purba yang napasnya berdesir di sela-sela rimba, sesuatu yang meminum sejarah, mengingat darah, dan menunggu untuk diberi nama.

Cerita horor gotik ini merajut realisme sejarah yang kukuh dengan teror supernatural yang mencekik. Riset kolonial abad ketujuh belas mengenai konflik antara Belanda, Swedia, dan Inggris di pesisir timur Amerika menjadi fondasi bagi ketegangan yang tumbuh perlahan, mengaburkan batas antara drama eksistensial, thriller psikologis, dan kengerian kosmik yang tak bisa dinegosiasikan.

"Pada bulan Maret, ketika matahari mulai benar-benar menghangat untuk pertama kalinya, logam itu bernyanyi. Bukan sinar hidup dari emas atau kilau dari ketel yang digosok mengilap. Itu adalah sinar mati kelabu dari timah hitam dan timah putih, dituang menjadi sebuah gambar selebar bahu raksasa, pada sebuah tiang yang menjulang lebih tinggi daripada jagung yang paling masak. Pada lempengan itu, dalam relief tinggi, terpampang lambang Perusahaan Hindia Barat: dua kapal yang megah, dikelilingi huruf-huruf yang meliuk dan sebuah mahkota. Sebuah kapal dagang dan sebuah kapal perang.

Bagi Tamanend, putra sulung kepala suku Siconesse, itu adalah sesuatu yang sama sekali lain. Ia telah mengamati tiang itu selama seminggu. Ia telah melihat matahari tengah hari memanaskannya, melihat hujan membasahinya. Dengan mata elangnya yang tajam, ia mengamati tepi logam padat itu, tempat ia mencuat dari kayu.

Ia menunggu sampai Hosset dan anak buahnya berangkat menuju ladang selatan dengan sekop di bahu untuk mencakar tanah bagi satu musim lagi panen yang gagal. Ketika benteng sunyi, kecuali dua penjaga di pintu gerbang besar, Tamanend mendekat. Ia tidak bersembunyi; ia berjalan terus, wajahnya tanpa ekspresi. Di tangannya tergenggam kapak perangnya, kepala dari batu tajam. Ia menatap lempengan itu, menatap tiang itu.

Ia menyelipkan kapaknya di belakang logam, menekannya ke kayu. Satu tarikan kuat, erangan paku yang melepaskan, dan seluruh lambang itu jatuh ke dalam pelukannya. Lebih berat dari yang ia duga. Ia membawa kesejukan, beratnya peradaban, dalam dekapannya. Lalu ia berbalik dan berjalan, dengan lempengan itu ditekan ke dadanya, menjauh dari tiang, menjauh dari benteng, menuju semak belukar lebat di mana orang-orangnya menunggu.

Saat itulah jeritannya menyobek langit.

Hosset dipanggil kembali, wajahnya bagaikan cermin ketidakpercayaan yang berubah menjadi amarah mendidih. Ia berdiri di depan tiang yang telanjang itu, kedua tangannya terkulai lemas di sisi tubuh.

Pagi berikutnya ada gerakan di tepi hutan. Kepala suku Siconesse, paman Tamanend, melangkah maju, wajahnya seperti bentang alam berparut, tegar dan penuh wibawa. Di belakangnya berdiri dua prajurit. Dan di depan mereka, di atas tanah dingin, mereka telah meletakkan sesuatu.

Itu bukan lempengan logam, melainkan kepala Tamanend yang terpenggal. Mata setengah terbuka, mulut membisu selamanya. Sayatan di leher tajam dan bersih. Hanya sedikit darah. Itu adalah persembahan. Sebuah pengakuan."

Aktorka & Poliglotka
EWA KASP dla
Odtworzyć wideo
Ewa Kasp
Libristo ma największy wybór literatury obcojęzycznej. Dlatego tutaj kupuję swoje książki.

Informacje o książce

Pełna nazwa Lembah Angsa
Język Indonezyjski
Oprawa Książka - Miękka
Data wydania 2026
Liczba stron 38
EAN 9798233796456
Kod Libristo 52903617
Waga 49
Wymiary 127 x 203 x 2
Podaruj tę książkę jeszcze dziś
To łatwe
1 Dodaj książkę do koszyka i wybierz „dostarczyć jako prezent” 2 W odpowiedzi wyślemy Ci bon 3 Książka dotrze na adres obdarowanego

Logowanie

Zaloguj się do swojego konta. Nie masz jeszcze konta Libristo? Utwórz je teraz!

 
obowiązkowe
obowiązkowe

Nie masz konta? Zyskaj korzyści konta Libristo!

Dzięki kontu Libristo będziesz mieć wszystko pod kontrolą.

Utwórz konto Libristo
Doradca książkowy Libroamiko
Cześć, jestem Libroamiko, w czym mogę pomóc?